Ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ)

      Belajar membaca dan menulis Al-Qur’an adalah sebuah ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT, apalagi jika disertai dengan memahami makna dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mendidik anak untuk mampu membaca Al-Qur’an sejak dini merupakan sebuah kewajiban utama bagi orang tua. Anak merupakan amanat besar yang dititipkan Allah kepada orang tua. Amanat itu nantinya akan dipertanggungjawabkan penuh oleh orang tua pada hari kiamat nanti. Untuk mengembangkan kepribadian anak, para orang tua menyerahkan pada lembaga pendidikan. Dalam lembaga pendidikan anak menemukan berbagai ilmu, satu diantaranya adalah baca tulis Al-Qur’an.
Di SMKN Tutur sendiri selain ekstrakurikuler wajib seperti pramuka terdapat juga ekstrakurilkuler BTQ, yaitu baca tulis Al-Qur’an. Dengan adanya ekstrakurikuler BTQ ini diharapkan akan sangat mencetak generasi penerus bangsa yang beriman dan berakhlakul karimah dengan disertai skil yang mumpuni sesuai jurusan masing-masing siswa. Dalam penerapan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an, perlu adanya pengelolaan yang baik dan inovatif guna mendapatkan hasil belajar yang baik. Pengelolaan merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan evaluasi dalam kegiatan pendidikan yang dilakukian oleh pengelola pendidikan untuk membentuk peserta didik yang berkualitas sesuai dengan tujuan.
Dalam hal ini guru pembina sebagai pengelola berperan dalam melakukan pembelajaran dengan mengarahkan anak didiknya untuk melakukan kegiatan belajar dalam rangka perubahan tingkah laku berupa kognitif, afektif, dan psikomotor menuju kedewasaan. Pembelajaran yang ideal harus memiliki integrasi kepribadian (kejujuran, kata dan perbuatan menyatu), komitmen terhadap tugas (lebih mementingkan tugas diatas kepentingan pribadi maupun golongan), memberi pelayanan, memprakarsai perubahan positif, dan menghargai keragaman (mempunyai toleransi terhadap perbedaan pendapat). Realitanya hal-hal tersebut masih belum terbina dan berjalan dengan semestinya, utamanya dalam hal belum terlalu komitmennya terhadap tugas (masih mementingkan kepentingan pribadi), belum memberikan pelayanan secara maksimal terhadap siswa, dan belum menghargai keberagaman secara menyeluruh. Guru dituntut agar mampu memilih strategi pembelajaran, membimbing, dan memfasilitasi siswa agar mereka dapat memahami kemampuan yang mereka miliki dan menghargai setiap tingkat perbedaan kemampuan siswa.

Tujuan

  Tujuan dari adanya ekstra BTQ yang diselenggarakan di SMKN Tutur, yaitu:
1) Mengkaji dan membaca AL-Qur’an dengan bacaan yang benar sesuai kaidah tajwid.
2) Membenarkan kepada peserta didik tentang cara memahami isi kandungan ayat Al-Qur’an dengan benar serta merenungkannya
3) Menjelaskan kepada peserta didik tentang apa yang dikandung di dalam ayat A-Qur’an yang ada hubungannya dengan kemaslahatan umat Islam
4) Menjelaskan kepada peserta didik tentang hukum-hukum yang ada di dalam Al-Qur’an
5) Membentuk karakter peserta didik yang mengedepankan etika-etika Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pijakan dalam memantapkan akidah Islam di dalam hati peserta didik, sehingga mereka akan selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya.

Manfaat

  Adapun manfaat dari ekstra BTQ, yaitu:
1) Sebagai pengantar dalam mempelajari AL-Qur’an
2) Sebagai penguat mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
3) Sebagai pengajaran ketrampilan membaca dan menulis Al-Qur’an
4) Sebagai pengajaran terhadap peserta didik aka nisi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an
5) Sebagai pedoman hidup peserta didik, sehingga memiliki karakter yang bernafaskan Al-Qur’an
6) Sebagai pelindung diri serta penyejuk hati