Sejarah SMK Negeri Tutur

Secara filial SMK Negeri 1 Tutur menerima murid baru pada tahun pemelajaran 2004/2005 tepatnya sesuai SK Nomor 1635/578/HK/4247.022 (dianggap sebagai hari lahirnya SMKN 1 Tutur). Artinya pada tahun pertama proses belajar mengajar dilaksanakan dan hampir seluruh proses belajar mengajar seluruhnya ditangani oleh pengajar dari SMPN 1 Tutur yang letaknya bersebelahan terkecuali Kepala Sekolah dan enam orang guru. Pada awal berdirinya yaitu pada tahun pertama SMK Negeri Tutur hanya membuka dua program keahlian yaitu : Budidaya Ternak Ruminansia dan Teknik Mekanik Otomotif (saat ini menjadi program keahlian Teknik kendaraan Ringan dan Teknik Bisnis Sepeda Motor) .
Dalam upaya memberikan pelayanan pendidikan pada masyarakat, terutama dalam hal pemerataan pendidikan kejuruan negeri, maka SMK Negeri Tutur terus berbenah diri dan berkeinginan mengembangkan program keahlian baru, terutama yang sangat diinginkan masyarakat sekitar wilayah Tutur yaitu bidang keahlian Multi Media program keahlian Teknik Informatika. Karena bidang keahlian Teknik Informatika masih dianggap program yang dapat membuat peserta didik bangga terhadap penguasaan tentang teknologi informasi. Menindaklanjuti itu semua, maka SMK Negeri Tutur pada tahun pemelajaran 2008/2009 akan menambah program keahlian baru sesuai dengan permintaan masyarakat yaitu program keahlian Teknik Informatika yang saat ini mnjadi program keahlian Multimedia.
Dengan banyaknya permasalahan yang muncul, terutama masalah kedisiplinan siswa. Untuk menghapus citra kedisiplinan yang buruk itu diperlukan kerja keras dan kebersamaan yang hakiki dari seluruh warga SMK Negeri 1 Tutur. Pelan tapi pasti kita berhasil. Orang tua mulai percaya, mereka memasukkan anaknya untuk didik dan di sekolahkan di SMK Negeri Tutur.
Dalam upaya memberikan pelayanan pendidikan pada masyarakat, terutama dalam hal mutu yang diinginkan, maka SMK Negeri Tutur terus berbenah diri terutama pada fisik dan peralatan praktek yang menunjang pembelajaran.Guna mewujudkan itu semuanya perlu adanya visi, misi dan nilai-nilai serta tujuan yang diharapkan. Dalam hal ini peranan kepala sekolah dan dewan guru sangatlah utama dalam memberikan corak pada sekolah yang dipimpinnya.